Press "Enter" to skip to content

3 Fakta Menarik Seputar Startup Indonesia

start up indonesia
sumber gambar: freepik

Perkembangan perusahaan rintisan atau start-up di Indonesia bisa dibilang meningkat tajam dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Perkembangan ini tentunya didukung oleh akses internet dan teknologi Indonesia yang berkembang secara perlahan. Sekitar 63.5 persen dari 143.36 juta pengguna internet aktif di Indonesia selalu melakukan transaksi online. Tak hanya itu, ada sekitar 130 juta populasi di Indonesia yang secara aktif menggunakan media sosial.

Ini menunjukkan bahwa adanya rakyat Indonesia mulai ‘melek’ akan dunia digital. Faktor inilah yang kemudian digadang-gadang sebagai alasan utama mengapa banyak perusahaan rintisan yang muncul di Indonesia. Bahkan di tahun 2018 silam, empat perusahaan dari Indonesia mampu menyandang status ‘Unicorn’.

Jenis startup yang berkembang pun sangat beragam, mulai dari trasportasi online, marketplace kebutuhan sehari-hari, marketplace sewa ruang kantor, e-commerce alat perkakas, software cloud, aplikasi chat, dan banyak lagi.

Deretan fakta tersebut memang sangat membanggakan, apalagi sebagai rakyat Indonesia kita sering dipandang sebelah mata oleh negara lain. Tapi ternyata fakta tersebut tak berhenti sampai disitu saja, ada beberapa detail unik mengenai start-up Indonesia yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya. Dilansir dari beberapa sumber, inilah beberapa fakta membanggakan mengenai perusahaan rintisan di Indonesia!

Indonesia Masuk Lima Besar Negara Penghasil Startup di Dunia

Dilansir dari Medcom.id, Indonesia masuk lima besar negara penghasil startup di dunia. Indonesia sejajar dengan Amerika Serikat, Tiongkok, India dan Inggris. Bahkan di wilayah Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi pertama. Hak paten perusahaan rintisan di Asia Tenggara bahkan mengalahkan beberapa negara lainnya, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Dalam kurun waktu empat tahun saja, indonesia sudah memiliki lebih dari 1.307 perusahaan rintisan. Jumlah ini merupakan angka yang cukup fantastis karena negara lain seperti Iran membutuhkan waktu 10 tahun untuk menghasilkan 1.000 startup.

Sekitar 24% Kaum Millenial Memilih untuk Membangun Start-Up

Sebuah riset yang dilakukan oleh Sea Group (bekerja sama dengan Word Economic Forum) menunjukkan bahwa 24% responden dari 14.000 anak muda di Indonesia ingin memiliki bisnis sendiri dan 3,2% ingin bekerja di perusahaan start-up.

Walaupun tampak kurang meyakinkan, namun angka ini menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang memiliki sejumlah masyarakat yang memiliki ambisi bisnis yang tinggi. Angka yang ditunjukkan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan negara Filipina dan Vietnam.

52.2% Start-Up Diciptakan di Jakarta

Pada akhir tahun 2018 silam, Badan Ekonomi Kreatif merilis sebuah laporan yang berjudul MAPPING DAN DATABASE STARTUP INDONESIA 2018. Di dalam laporan ini memberikan data menarik dan penting di mana ada 1.000 perusahaan rintisan yang telah dirilis. Dilihat dari data, persebaran perusahaan rintisan ini masih tersentralisasi di Pulau Jawa, tepatnya Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (JABODETABEK).

Dalam catatan Badan Ekonomi Kreatif (2018), Jakarta telah menyumbang sebanyak 522 atau sama dengan 52.2% perusahaan start-up. Setelah JABODETABEK, Pulau Sumatera berikutnya diikuti 115 dengan start-up (11,53%), Jawa Timur dengan 113 start-up (11,39%), dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 54 start-up . Selengkapnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Setali tiga uang, salah satu agency SEO (layanan yang banyak dipakai oleh startup untuk digital marketing) menyatakan bahwa lebih dari 80% klien yang menggunakan jasa SEO mereka berasal dari Jakarta, selebihnya tersebar dari kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Jogja, dan Bodetabek.

Nah itulah beberapa ringkasan fakta yang belum banyak diketahui oleh khalayak umum. Sebagai warga Indonesia tidak ada salahnya kita selalu mendukung karya anak bangsa karena kalau bukan kita, lalu siapa lagi?

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: